Buku kisah Noah

on Sunday, August 19, 2012


Kuku kisah noah
Peluncuran buku Noah, Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012 di fX Lifestyle X'nter, Jakarta (sumber: Yanuarsyah Rahman/ BERITASATU)
Siapa yang gagt kenal Peterpan yang kini menjadi NOAH
Usai merilis single baru berjudul Separuh Aku tanggal 3 Agustus 2012 silam, kini para personel Noah yang terdiri dari Ariel, Uki, Lukman, Reza, dan David resmi meluncurkan buku mereka yang diberi judul Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012 sore ini di fX Lifestyle X'nter, Jakarta.
Kisah lainnya bercerita tentang pergulatan personel Noah selama 2010-2012, baik sebagai individu maupun sebagai anggota band.



Buku ini juga bertumpu pada catatan Ariel selama menjalani hukuman di Rutan Bareskrim dan Kebon Waru. Empat personel lainnya kemudian merespons catatan tersebut dengan catatan mereka sendiri sehingga menghasilkan berbagai kisah menarik dan mengharukan hingga halaman terakhir.


"Kita ingin sahabat Peterpan dulunya bisa mengenal kita lebih jauh lagi dan mengenal siapa kita dan semoga mereka dpt memetik hal-hal yang positif sejauh ini," kata Ariel saat ditemui di acara peluncuran buku Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012 di fX Life X'nter, Jakarta.


Buku yang ditulis langsung oleh kelima personil Noah ini tak hanya memberikan kesan istimewa bagi mereka sendiri, namun juga bagi pihak penerbit, yang dalam hal ini adalah Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).


"Penulis-penulisnya istimewa karena Ariel dan teman-temannya mau menulis cerita mereka tahun 2010-2012 secara jujur. Sepanjang kami mengerjakan semua lancar," kata Pax Benedanto selaku General Manager KPG.



Buku setebal lebih dari 200 halaman ini memang awalnya direncanakan dari pihak Musica Studio selaku label yang menaungi Noah.


"Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan kepada saya seputar kabar personil Noah. Saya berdiskusi dengan anak-anak Noah bagaimana cara menjawab pertanyaan tersebut satu-satu, dan akhirnya tercetuslah ide untuk membuat buku ini," kata Ibu Acin selaku perwakilan dari Musica Studios.


Keberanian dan kejujuran mengakui kelemahan diri menjadi spirit buku ini. Semua ditulis dengan bersahaj dan tidak berpretensi sebagai sebuah karya prosa yang sastrawi.


"Saya kira itu adalah cermin kerinduan masyarakat pada karya Ariel dan kawan-kawan. Lebih luas lagi, kerinduan masyarakat pada kejujuran dan kebersahajaan hidup. Ini yang hilang dalam masyarakat kita," tutup Pax.

0 comments:

Post a Comment

Total Pageviews

Labels

Language

About Me